Halal-trust

Anime dan Manga – Mencari Hiburan Halal

Beberapa waktu yang lalu seorang menanyakan tentang kisah Naruto kepadaku melalui status di FB. Hal ini mengingatkanku pada beberapa hal yang sempat aku renungkan, dan melalui artikel ini rasanya perlu aku sampaikan.

Anime, Manga, dan Light Novel merupakan genre hiburan yang aku sukai. Berbeda dari hiburan-hiburan asal barat, hiburan asal Jepang ini menawarkan cita rasa tersediri. Interaksi pertamaku dengan genre ini adalah melalui anime Doraemon yang ditayangkan salah satu TV swasta pada saat aku masih SD. Kegemaran kepada genre ini semakin menjadi setelah aku mengerti dunia internet. Sebelumnya aku hanya bisa menikmati anime yang ditayangkan di TV, atau dengan menyewa manga di rental. Dengan adanya internet, aku bisa mendapatkan berbagai anime dan manga terbaru, gratis.

Halal-trust

Halal?

Namun akhir-akhir ada hal yang mengusik fikiranku tentang hiburan ini; “sudahkah kita mendapatkannya dengan cara yang halal ?

Selama ini kita mendapatkan anime, manga, dan berbagai hiburan lain dari internet secara gratis. Tentu saja kita mendapatkan secara gratis karena yang kita ambil adalah anime dan manga yang diedarkan oleh fans. Tapi apakah hal itu halal ? Sebagaimana film, buku, komik, dan produk-produk lain, anime dan manga diedarkan oleh produsennya dengan ketentuan hak cipta (copyright). Di antara ketentuan hak cipta itu adalah dilarang memperbanyak, menjual, dan mengedarkan tanpa persetujuan dari produsen. Bisa dipastikan bahwa fans mengedarkan anime dan manga di internet tanpa persetujuan dari produsen. Dengan kata lain mereka melakukan pelanggaran hak cipta.

Copyright

Aku bukan ahli hukum, jadi tidak bisa bicara banyak tentang hak cipta. Sejauh yang aku ketahui, hak cipta hanya berlaku di negara di mana dia didaftarkan. Jadi, misal hak cipta manga Naruto hanya didaftarkan di Jepang, maka mengedarkan manga tersebut di Jepang tanpa persetujuan dari penerbit adalah tindakan ilegal dan bisa ditindak secara hukum. Akan tetapi mengedarkan manga Naruto di negara-negara  lain, meskipun masih tetap merupakan bentuk pelanggaran hak cipta, tapi tidak bisa ditindak secara hukum. Hal inilah yang menyebabkan peredaran anime dan manga “bajakan” di internet tetap semarak.

Tentu saja hak cipta adalah hukum legal yang diprakarsai dan dibuat oleh orang-orang kapitalis nonmuslim, jadi aku tidak begitu peduli. Akan tetapi kemudian aku berfikir, bagaimana Islam memandang masalah hak cipta ini? Kalau Islam memandang masalah hak cipta sesuai dengan hukum Islam, maka kita perlu memperhatikannya baik-baik. Dengan kata lain, jika Islam memandang hak cipta adalah sesuai dengan hukum Islam, maka pelanggaran hak cipta sama dengan pelanggaran hukum Islam.

Masalahnya, para ulama juga berbeda pendapat tentang hak cipta. Jika jelas hak cipta sesuai dengan hukum Islam, maka pelanggara hak cipta adalah tindakan haram, yang menyebabkan hasil dari tindakan tersebut adalah hasil yang haram. Dengan begitu, anime dan manga yang diedarkan oleh fans tanpa persetujuan dari penerbit adalah haram. Sebaliknya, jika hak cipta tidak sesuai dengan hukum Islam, maka anime dan manga yang diedarkan oleh fans adalah barang halal. Tentu saja yang dimaksud halal di sini adalah halal ditinjau dari sudut pandang cara memperolehnya. Kalau kita menilik pada substansi konten, maka bisa berbeda-beda hasilnya.

Subhat

Perbedaan pendapat ini membuat aku bimbang. Dalam sudut pandangku, anime dan manga yang diedarkan oleh fans menjadi barang subhat. Menanggapi masalah subhat, maka hadits dari Rasulullah SAW menjadi pedoman:

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Karena itulah, akhir-akhir ini aku semakin menjauhi anime dan manga. Bukan karena kegemaranku pada keduanya berkurang, akan tetapi karena aku tidak mau di akhirat nanti masuk ke neraka gara-gara nonton Naruto bajakan.

openSUSE 12.1 : newer does’t always better, at least for this case

openSUSE 12.1 telah dirilis tanggal 16 November 2011 yang lalu, seperti biasa, inilah waktunya upgrade ke versi baru. Setelah 3 hari download iso DVD openSUSE 12.1 dengan kecepatan 80 kBps, akhirnya selesai juga. Saatnya untuk menginstall.

Hanya saja kali ini instalasi agak berbeda dari sebelumnya. Kalau biasanya aku menginstall openSUSE melalui media DVD, kali ini aku hendak menghemat penggunaan DVD dan menginstall openSUSE melalui USB flashdisk. Sebelumnya temanku sudah mendownload iso CD KDE, menggunakan KIWI image writter, iso tersebut diinstall ke USB flashdisk sehingga bisa digunakan sebagai live session maupun untuk instalasi.

Proses instalasi berjalan seperti biasa, tidak banyak perubahan dibandingkan proses instalasi di 11.4. Kalau ada perbedaan itu hanyalah soal artwork. Dan harus diakui, artwork di openSUSE 12.1 ini benar – benar bagus, green and elegant. Instalasi berjalan lancar, dan dalam beberapa menit, openSUSE siap digunakan.

What has changed

Setelah instalasi, waktunya memeriksa apa yang baru. Detail teknis openSUSE 12.1 sudah banyak dijelaskan di berbagai berita di internet, jadi tidak perlu dibahas di sini. Diantara perubahan itu misalnya digunakannya systemd sebagai initscript dan adanya terintegrasinya snapshot Btrfs di zypper menggunakan aplikasi snapper. Rasanya pengguna awam tidak akan telalu memperdulikan hal itu. openSUSE 12.1 juga hadir dengan KDE 4.7.2 dengan patch unutk nepomuk yang dibackport dari versi 4.7.3 sehingga nepomuk sekarang jadi jauh lebih stabil.

The havoc

Masalah di openSUSE dimulai di sini. Setelah login, desktop tidak responsif lumayan lama, sampai beberapa detik, sehingga menjengkelkan. Hal yang sama pernah aku alami di versi 11.4. Setelah mengingat – ingat sebentar, ketemu sumber masalahnya; pulseaudio. Unistall pulseaudio, dan proses login kembali lancar.

Masalah berikutnya adalah bluetooth. Sistem mendeteksi adapter bluetooth dengan benar, tetapi bluedevil menyatakan bahwa di komputer tidak terdapat adapter bluetooth. Awalnya aku menduga masalahnya ada di bluedevil, maka aku coba login ke XFCE dan menggunakan gnome-bluetooth, tapi hasilnya sama, adapter bluetooth dianggap tidak ada. Capek, aku putuskan melanjutkan kerjaan coding, namun ketika mencoba start server apache dengan rcapache2 start, malah yang muncul pesan redirecting to sysctl. Aku coba aktifkan mysql dengan rcmysql start dan mendapat pesan yang sama. Setelah aku coba utak – atik, akirnya ketemu penyebabnya; systemd, fitur baru yang dibanggakan pada rilis kali ini yang justru membawa masalah. Setelah uninstall systemd dan kembali menggunakan sysVinit, semua berjalan lancar. termasuk bluetooth bekerja dengan normal kembali.

Masalah berikutnya, wireless network. Meskipun openSUSE mendeteksi wireless device laptopku dengan benar, tetapi tidak bisa melisting dan koneksi ke AP. Kadang – kadang AP terlisting dan bisa koneksi, tetapi kemudian tiba – tiba hilang dan tidak bisa koneksi lagi. Aku coba googling, dan kelihatanya banyak orang lain yang mengalami masalah yang sama. Koneksi menggunakan kabel juga sering putus, dan kecepatannya sering drop dengan sendirinya. Awalnya aku duga penyebabnya Networkmanager, maka network aku alihkan menggunakan ifup, tapi hasilnya sama. Akhirnya aku coba menggunakan wicd, dan berhasil listing AP dengan stabil. Akan tetapi tetap tidak bisa konek ke AP tersebut. Aku coba koneksi kobel dengan wicd dan berhasil lancar dan stabil. Setelah utak – atik, aku hilangkan enkripsi koneksi wireless, dan wicd bisa konek ke AP tersebut. Akan tetapi saat ini aku membutuhkan koneksi wireless terenkripsi, jadi hal ini masih belum menyelesaikan masalah. Sampai saat ini aku masih koneksi ke internet menggunakan kabel. Dilihat dari ciri – cirinya, kemungkinan masalah terletak di kernel atau di driver wireless. Sayangnya untuk dua hal itu aku tidak bisa berbuat apa – apa kecuali menunggu perbaikan dari developer.

The excerpt

Ini adalah pertama kalinya aku merasa upgrade ke versi baru openSUSE tidak menyenangkan. Sebelumnya, upgrade ke versi baru selalu menawarkan perbaikan dari versi sebelumnya. Memang terkadang masalah muncul, tetapi bisa diselesaikan dengan mudah. Bisa jadi masalah ini disebabkan faktor lain, misal media instalasi. Selama ini aku selalu menginstall openSUSE memalui media DVD dan hampir tidak pernah mengalami masalah, sementara teman – teman yang mengisntall melalui media CD mengalami masalah. Aku akan mencoba menginstall ulang menggunakan DVD dan melihat apakah masalah tersebut hilang. Jika masalah tersebut masih ada, terpaksa aku rollback ke versi 11.4. openSUSE 12.1 menawarkan banyak fitur menarik dari aplikasi – aplikasi terbaru, tetapi jika koneksi internet tidak jalan, maka menggunakan 11.4 yang diupgrade ke aplikasi terbaru dari OBS masih lebih baik. Dan itulah keunggulan openSUSE dibandingkan distro lain. If you don’t like this one, you will always have another choices that make you happy.

Update:

Saat ini aku mencoba koneksi lagi menggunakan Networkmanager dan alhamdulillah lancar bisa koneksi wireless terenkripsi. Akan aku coba amati, kalau tetap lancar, berarti bugs telah hilang, dengan sendirinya :D

Update 2 :

Setelah diamati, ternyata setiap kali login, Networkmanager tidak bisa mendeteksi AP yang terenkripsi. Untuk mengatasinya, bisa dengan cara mendisable wireless (hilangkan centang pada enable wireless di NM Applet), kemudian enable ulang wireless. Dengan trik ini, koneksi ke AP terenkripsi bisa berjalan lancar.

 

Update 3:

Sebelumnya sempat mengalami masalah printing dengan wireless printer. Aku pakai Brother MFC-J265W.  Di openSUSE 11.4 semua berjalan lancar. Di openSUSE 12.1 ini, hanya baisa digunakan untuk scan, sementara untuk printing gagal garena YAST tidak bisa mendeteksi driver printer. Aku coba via web interface cusps, juga gagal. Akirnya aku coba load file ppd nya via YAST, namun tetap tidak mau. Aku coba sekali lagi, kali ini berhasil. Driver printer terload, printer berhasil dikonfigurasi dan printing bisa berjalan normal. Satu – satunya masalah yang masih tersisa adalah koneksi dengan AP yang terenkripsi, namun bisa diatasi dengan trik yang aku sebutkan di Update 2 :D

After a lot of strungle, finally i come back as happy openSUSE user.

Compile dan Optimalisasi Kernel Linux

by Trias Mukti Kuncoro
Pertama adalah mendapatkan kernel source, bisa langsung dari http://www.kernel.org/ atau dari repo distro yang anda pakai, umumnya letaknya di /usr/src/ Jika anda menggunakan kernel vanila dari kernel.org, letakkan di folder tersebut dan perlu diingat pastikan free space di partisi tersebut cukup longgar untuk melakukan kompilasi, jika opsi debugging enabled ketika compile kernel, ruang yang dibutuhkan mencapai 3 GB. Hal ini bisa disiasati jika partisi anda memang sudah mepet, gunakan static link, caranya? Cari sendiri gan.. :p Ya prinsipnya kernel source tadi anda letakkan di partisi lain misal /home/ baru kemudian buat static link dari /usr/src/ ke folder kernel source tersebu, jangan lupa file kernel yang udah didownload diekstrak dulu, jangan tanya lagi gimana caranya.. :p lewat GUI aja beres kok.. ;)
 
Oke setelah terekstrak dan tempat sudah beres, kemudian masuk ke folder kernel source tersebut. Oiya jangan lupa kita lakukan ini via console dan biar tambah mulus bertindak sebagai root, meskipun yang butuh akses root cuma tahap tertentu aja, tapi ga salah juga toh jika dari awal sudah sebagai root? :)
 
Dan jangan lupa tools2 yang dibutuhkan, intinya bagian development tools, lebih tepatnya kernel development. Jika manual 1 per 1:
-> gcc
-> make
-> binutils
-> ncurses-devel
beberapa distro membuat binutils menjadi 1 dengan gcc.
 
Oke setelah pemanasan dan persiapan sudah cukup, berikutnya adalah step by step mulai dari konfigurasi hingga compile dan install kernel. Dan perlu digaris-bawahi, asumsi adalah posisi kita di folder source kernel, jadi perintah2 yang ada berikut ada yang menggunakan relative path, mohon diperhatikan.
 
1) Ambil dahulu file konfigurasi kernel yang bersangkutan, bisa dicek di /proc/config.gz dengan perintah zcat:
# zcat /proc/config.gz > .config 
perhatikan baik2 ya, itu file [dot]config, ada karakter titik. Cara lain jika configurasi kernel anda tidak mengijinkan mengambil config dari kernel, bisa ambil dari /boot/ biasanya di sana juga diletakkan konfigurasi kernel yang sedang dipakai, filenya diawali dengan config, copy-kan ke folder source dengan nama .config
 
2) Konfigurasi kernel, jalankan:
# make menuconfig 
Langsung keluar dan simpan tanpa konfigurasi juga tak mengapa, misalkan hanya ingin mencoba kernel vanila dan konfigurasi disesuaikan dengan config kernel dari distro. Untuk konfigurasi dibahas di komentar.
 
3) Compile kernel, perintahnya sederhana saja dan ini berlaku hampir di semua distro kecuali beberapa seperti slackware berbeda. Saya memakai cara ini untuk compile kernel di opensuse, fedora, mandriva dan turunannya, untuk debian based saya sendiri belum nyoba, mungkin bisa googling. Atau dicoba saja langkah yang sama dengan yang biasa saya pakai, karena langkah2 ini saya baca dari dokumentasi kernel.
# make 
# make modules_install
# make install
bisa juga disambung supaya dieksekusi berurutan jadi:
# make && make modules_install && make install
Jika anda melakukan compile kedua dstnya di source yang sama, ada baiknya anda jalankan 
# make clean 
terlebih dahulu, supaya bersih dan proses compile kernel berjalan lebih cepat.
 
Khusus slackware:
# make bzImage
# make modules
# mv /boot/vmlinuz /boot/vmlinuz.old
# cat arch/i386/boot/bzImage > /boot/vmlinuz
# mv /boot/System.map /boot/System.map.old
# cp System.map /boot/System.map
# make modules_install
 
tambahkan entry kernel yang lama di /etc/lilo.conf untuk jaga2 jika kernel baru gagal. Tentu saja dari perintah pada slackware itu anda bisa menebak mana file kernel image-nya untuk ditambahkan di lilo.. :) kemudian jangan lupa jalankan:
# lilo
untuk mengeksekusi konfigurasi lilo.conf tadi
 
jika tidak ada pesan error dan output terlihat bahwa kernel terinstall di boot-loader, maka selamat anda telah sukses meng-compile dan meng-install kernel
 
Tips n trik compile kernel:
Jika processor anda multi-core atau SMP (Symetric Multi Processor), manfaatkan semua core untuk mempercepat proses kompilasi, yaitu dengan opsi -jn dengan n=2,3,4,… yang artinya menjalankan multiple job sebanyak n.
 
Misal ingin multiple job 4, maka perintah compile menjadi:
# make -j4 && make modules_install -j4 && make install
 
Adapun angka n, idealnya disesuaikan dengan jumlah core processor anda, misal Core i3 yaitu 2 core maka dicoba -j2, meskipun bisa saja -j4 atau lebih. Hanya saja perlu dipertimbangkan ketika compile kernel disambi aktivitas di desktop misal browsing, ya tidak perlu sampai berlebihan seperti itu.. :)
 
General Setup –> Local version…:
Berguna untuk penamaan kernel, string akan mengikuti versi kernel, misal anda ingin namakan kernel dengan tambahan -PAE, isikan saja di entry tersebut string “-PAE” Nanti di nama kernel akan ada tambahan “-PAE”
 
General Setup –> Kernel Compression Mode:
hanya mode/algoritma kompresi kernel
 
General Setup –> Control Group Support:
Sejak kernel 2.6.37 atau 2.6.38 ada baiknya enable saja. Ini pernah dibahas yaitu sebuah patch kode kernel yang kata om Linuz meningkatkan performa Linux secara ajaib, signifikan, terutama ketika multi-tasking
 
Processor Type and Feature –> Processor family:
optimalisasi processor berdasarkan typenya. Jika berminat, sesuakan dengan processor anda. Misal Turion X2 bisa mencoba optimalisasi K8/Athlon/Opteron, Core 2 Duo juga ada sendiri. Tapi jika ragu biarkan saja defaultnya, umumnya distro sekarang ngeset di Pentium Pro (686)
 
Processor Type and Feature –> Preemption model:
model manajemen proses, apakah diijinkan menginterupsi kode2 kernel atau tidak, atau disediakan poin2 tambahan untuk interupsi kode kernel. 
1) Server mode: Sama sekali tidak diijinkan untuk interupsi kode2 kernel.
2) Desktop: Disediakan point untuk interupsi kode kernel, mengijinkan desktop lebih responsif tapi tidak mengganggu kode kernel yang kritis. 
3) Low-latency desktop: Jika latency dan responsif adalah segalanya. Tidak disarankan jika core processor terlampau banyak, misal 4 ke atas. Justru menurunkan performa. All around ada opsi nomor 2, bagus untuk semua kondisi dan spek kompi
 
Processor Type and Feature –> High Memory Support:
Di sinilah letaknya yang dimaksud PAE, yaitu fitur yang memungkinkan arsitektur 32 bit mengalamatkan memori lebih dari 4 GB (efektif 3GB), yaitu hingga 64 GB. Jika anda tidak berniat memakai RAM besar 4 GB lebih, baiknya pilih opsi di 4 GB saja, karena kode PAE sendiri secara teori overhead performa kernel meskipun tidak signifikan. Selain itu kode PAE menyebabkan penggunaan memori pada mesin 32 bit sedikit lebih boros
 
Processor Type and Feature –> Timer Frequency:
Ada pilihan 100 Hz, 250 Hz, 300 Hz, 1000 Hz. Belum tentu 1 setingan bagus di kompi yang lain. Dan juga tergantung kebutuhan aplikasinya. Jika kompi anda tipikal server atau desktop dengan coreyang ekstra banyak (4 atau bahkan lebih), setngan timer yang terlalu tinggi justru menurunkan performa secara signifikan, saya merasakan di processor 4 core jika timer 1000 Hz justru ngelag dan performa menurun, tapi menjadi perkasa ketika timer 300 Hz, 250 Hz atau 100 Hz (tested) :) 
 
Tapi jika anda sering bermain di aplikasi video dan audio editing, seting minimal 300 Hz atau bahkan 1000 Hz, karena aplikasi itu butuh banyak poin interupsi untuk akurasi mengolah suara dan video. Bahkan aplikasi DCC tertentu tidak mengijinkan running jika timer terlalu rendah misal 100 Hz.

=-=-=-=-=
Powered by Blogilo

Sedikit Tentang openSUSE 11.4

openSUSE 11.4 baru saja dirilis tanggal 10 Maret kemarin. Setelah susah payah download selama 6 hari (3 hari sebelum rilis, aku baru tahu kalau image DVD sudah tersedia di ftp ITB), akhirnya hari Minggu kemarin openSUSE 11.4 resmi terinstall di laptopku. Beberapa teman minta reviewnya, nah ini dia.

Istalasi
Kemarin sore aku membantu seseorang teman menginstall Windows XP di laptop lama milikku (Acer Aspire 4530), yang dia pinjam karena ada keperluan sangat penting. Saat itulah terasa sekali betapa ruwetnya instalasi Windows jika dibandingkan dengan instalasi openSUSE. Sebagai gambaran, aku butuh waktu kurang dari 10 menit untuk install openSUSE 11.4, dengan aplikasi default, dan sistem sudah bisa digunakan untuk bekerja. Sebaliknya, aku butuh waktu 30 menit untuk menginstall Windows XP, dan hampir 20 menit berikutnya untuk menginstall driver – driver yang diperlukan. Dan, wah belum install aplikasi Office, antivirus, aplikasi untuk image editing, aplikasi lain. Singkat kata, instalasi openSUSE 11.4 sangat cepat dan mudah.

Tentang proses instalasinya sendiri, tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan proses instalasi versi sebelumnya. Kalau ada yang berubah, itu hanyalah pada theme baru yang terlihat jauh lebih sejuk, dan waktu instalasi yang sedikit lebih cepat.

Desktop KDE openSUSE 11.4

Desktop Standar KDE 4.6 di openSUSE 11.4

Base System
openSUSE 11.4 menggunakan kernel 2.6.37. Ada banyak perbaikan di kernel versi ini, terutama pada perbaikan responsiveness. Anda mungkin pernah mengalami, ketika mencopy file dalam jumlah besar antar disk atau antar partisi, sistem akan menjadi kurang responsif. Kernel 2.6.37 mengatasi masalah itu. openSUSE juga membackport patch yang terkenal sebagai “200 lines linux kernel patch that does wonders” ke kernelnya. Kernel ini juga menyertakan driver wifi Broadcomm sehingga para pengguna wifi Broadcomm (halo Dhandis) bisa langsung menggunakan wifinya tanpa perlu repot – repot mengisntall dari repository lain. Bagi anda para pengguna video card intel, kernel terbaru ini membawa perbaikan lumayan banyak pada driver intel, selain perbaikan performa, juga memperbaiki masalah power management dan crash yang dialami di kernel sebelumnya. Bagi pengguna ATI dan NVIDIA, driver FOSS yang disertakan di kernel juga mengalami perbaikan yang sigifikan.

Selanjutnya tentang YAST. Aplikasi yang satu ini merupakan salah satu hal yang menyebabkan openSUSE menjadi distro pilihanku. Secara umum tidak ada yang berubah, kecuali di modul Software Management. Software Management (zypper) sekarang menggunakan multicurl sebagai backendnya, menggantikan aria2c yang digunakan di versi sebelumnya. Kelebihan multicurl ini adalah bisa memfetch dari banyak server sekaligus, sehingga proses fetcing metadata repo dan proses instalasi jadi terasa jauh lebih cepat. Selain itu, perubahan default juga terjadi. Pada versi ini, proses instalasi hanya akan dilakukan jika semua paket yang dibutuhkan sudah selesai didownload, dengan begitu, kemungkinan terjadinya sistem yang broken bisa dikurangi.

Pertanyaan berikutnya, yang paling sering ditanyakan adalah, bagaimana dengan multimedia ? Sayangnya, sebagaimana versi sebelumnya, codec untuk restricted format tidak bisa disertakan, semata – mata karena masalah lisensi. Meskipun kita bisa dengan mudah menginstall codec yang diperlukan dari repo packman, tapi bagi mereka yang tidak memiliki koneksi internet,ini adalah masalah yang ruwet. Hal serupa juga terjadi untuk masalah font milik Windows. Meskipun banyak orang yang menilai bahwa font Windows broken, tapi sampai saat ini masih banyak penggunanya. openSUSE 11.4 menyertakan paket fetchmsttfonts yang bisa mendownload font tersebut otomatis dan menginstallnya di sistem, tapi sekali lagi, butuh koneksi internet.

Desktop

Kwin effect

Kwin effect

openSUSE 11.4 menyertakan KDE 4.6.0, Gnome 2.32, XFCE dan LXDE. KDE adalah desktop default.

Ada banyak sekali perbaikan di KDE 4.6 jika dibandingkan dari versi sebelumnya, terutama masalah stability dan responsiveness. Sebagai gambaran, KDE 4.6 dengan kwin compositing aktif, bisa jalan dengan lancar dan stabil menggunakan nouveau, driver FOSS nvidia,  di sistemku. Meskipun harus diakui bahwa nouveau mengalami perbaikan performa yang signifikan di kernel 2.6.37, tapi jika dibandingkan dengan driver propietary, selisih performanya masih sangat jauh. KDE 4.6 dengan kompisiting aktif bisa jalan dengan normal di driver tersebut, menandakan perbaikan performa yang sangat signifikan di KDE.

Faceted browsing di dolphin

Faceted browsing di dolphin

KDE 4.6 juga menyertakan fitur – fitur baru. Misalnya faceted search di dolphin. Juga stack bluetooh baru, bluedevil, yang membuat komunikasi data dengan perangkat bluetooth jadi jauh lebih mudah. Dan yang paling menggembirakan, strigi dan nepomuk akhirnya berhenti makan CPU.

Untuk audio, KDE 4.6 sekarang menggunakan pulseaudio secara default. Ini merupakan fitur yang menggembirakan bagi mereka yang memiliki perangkat audio lebih dari 1. Sebagai ilustrasi fitur pulseaudio, kemarin aku memutar file mp3 menggunakan amarok dan mendengarkannya menggunakan heatset bluetooth, sementara di laptop yang sama seorang temanku nonton anime menggunakan smplayer dan audionya keluar melalui speaker laptop. Dengan kata lain, output audio amarok diarahkan ke headset, sementara output audio smplayer diarahkan ke speaker laptop secara terpisah, inilah salah satu fitur pulseaudio. Multimedia framework di KDE, Phonon, secara default menggunakan gstreamer sebagai backendnya, tapi bakcend untuk xine dan vlc tersedia jika diinginkan. Fitur yang lain adalah oxygen-gtk. Theme untuk aplikasi GTK (dan gnome) sehingga terlihat konsisten dengan aplikasi KDE.

openSUSE 11.4 tidak menyertakan Gnome 3 yang saat ini masih versi beta, namun image iso tersedia bagi anda yang inign mencoba.

Browser

Firefox 4 beta 12 di openSUSE 11.4

Firefox 4 beta 12 di openSUSE 11.4

Firefox 4 beta 12 menjadi browser default di openSUSE 11.4. Versi terbaru FF akan tersedia melalui online update. Chromium juga tersedia sebagai alternatif dari repo contrib. Aku sudah lama beralih ke Chromium sebagai browser utama karena masalah speed dan resource usage. Firefox 3.6 terasa sangat lambat dan makan banya resource jika dibandingkan dengan Chromium. Namun Firefox 4 ini kelihatanya bakal mengembalikan aku menjadi pengguna setianya. Firefox 4 bisa diluncurkan dengan kecepatan yang hampir sama dengan Chromium. Bahkan, kemarin aku melakukan benchmark menggunakan sunspider, Firefox 4 beta 12 ini lebih unggul dibandingkan dengan Chromium. Hanya saja, ketika aku melalukan benchmark menggunakan v8, Chromium masih unggul dari Firefox. Entah mana yang benar. Yang jelas, persepsi pribadiku, Firefox 4 ini tidak lagi terasa inferior dibandingkan Chromium 11.

Libreoffice
Libreoffice 3.3.1 menggantikan open office di openSUSE 11.4. Secara umum Libreoffice tidak banyak berbeda dari ooo, akan tetapi bisa dirasakan perbedaan performa. openSUSE 11.4 menyertakan Libreoffice yang terintegrasi dengan KDE,  dan paket instalasinya dipecah menjadi banyak modul, sehingga memudahakan bagi advaced user dan juga developer.

Bugs
Tidak ada yang sempurna. Bagi anda pengguna card nvidia, bakal mengalami bugs yang berhubungan dengan driver propietary nvidia. Akibatnya, vlc crash dengan floating point exception error. Untungnya mplayer bisa jalan dengan normal, jadi meskipn tanpa vlc masih bisa nonton. Untuk mengatasinya, anda bisa menggunakan driver versi 270.29 atau yang lebih baru, hanya saja driver ini masih versi beta. Nvidia juga sudah mengeluarkan driver versi stabil baru, versi 260.44, hanya saja di repo suse masih belum tersedia.

Tumbleweed
Ini dia fitur yang paling ditunggu oleh para developer dan mereka yang antusias dengan software bleeding edge. Mulai 11.4, openSUSE menyediakan versi rolling release dengan nama Tumbleweed. Singkat kata, dengan Tumbleweed ini anda bisa mendapatkan software terbaru tanpa perlu menunggu rilis suse berikutnya. Dan juga, software terberu di sini adalah yang sudah ditest, sehingga tidak seperti repo factory, dengan Tumbleweed, kita bisa mendapatkan software terbaru tanpa mempertaruhkan kestabilan sistem.

Rolling rilis juga berarti anda tidak perlu menginstall lagi ketika ada rilis baru, karena semua yang ada di rilis baru tersebut juga tersedia di Tumbleweed. Ini sangat membantu, misal bagi developer yang perlu mengeset development environtmenya (hallo mas Saipi), tidak perlu mengeset ulang setiap kali install versi baru.

Ini secara umum gambaran openSUSE 11.4. Tidak ada yang istimewa jika dibandingkan dengan distro lain, misal Ubuntu. Hal ini disebabkan karena openSUSE selalu bekerja dekat dengan upstream, sehingga semua fitur yang tersedia di openSUSE, sudah pasti tersedia di upstream. Bagi anda para pengguna openSUSE versi lama, sangat aku rekomendasikan untuk upgrade ke versi ini. Jika anda berdomisili di Malang, silahkan berkunjung ke kost ku untuk mendapatkan copy DVDnya ^_^.

What’s wrong with Dyah

Bagian customer service di perusahaan Bang Hasan bernama Dyah.

Barusan aku kontak CS idwebhost, juga bernama Dyah

Dan aku juga sering dengar orang kontak CS bernama Dyah.

So.., what’s wrong with Dyah, kok banyak CS yang kutahu bernama Dyah….

Something unexpected

Dua tahun berwirausaha bukan berarti mengerti seluk beluk usaha.

Ceritanya singkat. Aku dapat proyek dari bang Hasan untuk menggarap software bagi perusahaan tempatnya bekerja. Pembayaran dilakukan melalui transfer rekening. Dan sudah dapat diduga, dibutuhkan rekening BCA. Sayangnya aku belum punya rekening di Bank konvensional yang belum memiliki unit syari’ah itu. Singkat kata, aku berfikir gak masalah kalau aku pakai rekening perusahaan yang kebetulan sudah punya rekening BCA. Dan dari situlah muncul masalah.

Software pesanan perusahaan bang Hasan kuterima atas nama pribadi, dan itu juga yang mereka mengerti. Maka ketika aku memberikan rekening perusahaan untuk transfer pembayaran, mereka mengira aku mengerjakan pesanan itu atas nama perusahaan. Dan secara administrasi kedua hal tersebut sangat berbeda. Akibatnya, bukan saja bang Hasan dapat masalah dari atasannya, pembayaranku pun jadi tertunda.

Well, sometimes something unexpected happened, doesn’t it ?