Sedikit Tentang openSUSE 11.4

openSUSE 11.4 baru saja dirilis tanggal 10 Maret kemarin. Setelah susah payah download selama 6 hari (3 hari sebelum rilis, aku baru tahu kalau image DVD sudah tersedia di ftp ITB), akhirnya hari Minggu kemarin openSUSE 11.4 resmi terinstall di laptopku. Beberapa teman minta reviewnya, nah ini dia.

Istalasi
Kemarin sore aku membantu seseorang teman menginstall Windows XP di laptop lama milikku (Acer Aspire 4530), yang dia pinjam karena ada keperluan sangat penting. Saat itulah terasa sekali betapa ruwetnya instalasi Windows jika dibandingkan dengan instalasi openSUSE. Sebagai gambaran, aku butuh waktu kurang dari 10 menit untuk install openSUSE 11.4, dengan aplikasi default, dan sistem sudah bisa digunakan untuk bekerja. Sebaliknya, aku butuh waktu 30 menit untuk menginstall Windows XP, dan hampir 20 menit berikutnya untuk menginstall driver – driver yang diperlukan. Dan, wah belum install aplikasi Office, antivirus, aplikasi untuk image editing, aplikasi lain. Singkat kata, instalasi openSUSE 11.4 sangat cepat dan mudah.

Tentang proses instalasinya sendiri, tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan proses instalasi versi sebelumnya. Kalau ada yang berubah, itu hanyalah pada theme baru yang terlihat jauh lebih sejuk, dan waktu instalasi yang sedikit lebih cepat.

Desktop KDE openSUSE 11.4

Desktop Standar KDE 4.6 di openSUSE 11.4

Base System
openSUSE 11.4 menggunakan kernel 2.6.37. Ada banyak perbaikan di kernel versi ini, terutama pada perbaikan responsiveness. Anda mungkin pernah mengalami, ketika mencopy file dalam jumlah besar antar disk atau antar partisi, sistem akan menjadi kurang responsif. Kernel 2.6.37 mengatasi masalah itu. openSUSE juga membackport patch yang terkenal sebagai “200 lines linux kernel patch that does wonders” ke kernelnya. Kernel ini juga menyertakan driver wifi Broadcomm sehingga para pengguna wifi Broadcomm (halo Dhandis) bisa langsung menggunakan wifinya tanpa perlu repot – repot mengisntall dari repository lain. Bagi anda para pengguna video card intel, kernel terbaru ini membawa perbaikan lumayan banyak pada driver intel, selain perbaikan performa, juga memperbaiki masalah power management dan crash yang dialami di kernel sebelumnya. Bagi pengguna ATI dan NVIDIA, driver FOSS yang disertakan di kernel juga mengalami perbaikan yang sigifikan.

Selanjutnya tentang YAST. Aplikasi yang satu ini merupakan salah satu hal yang menyebabkan openSUSE menjadi distro pilihanku. Secara umum tidak ada yang berubah, kecuali di modul Software Management. Software Management (zypper) sekarang menggunakan multicurl sebagai backendnya, menggantikan aria2c yang digunakan di versi sebelumnya. Kelebihan multicurl ini adalah bisa memfetch dari banyak server sekaligus, sehingga proses fetcing metadata repo dan proses instalasi jadi terasa jauh lebih cepat. Selain itu, perubahan default juga terjadi. Pada versi ini, proses instalasi hanya akan dilakukan jika semua paket yang dibutuhkan sudah selesai didownload, dengan begitu, kemungkinan terjadinya sistem yang broken bisa dikurangi.

Pertanyaan berikutnya, yang paling sering ditanyakan adalah, bagaimana dengan multimedia ? Sayangnya, sebagaimana versi sebelumnya, codec untuk restricted format tidak bisa disertakan, semata – mata karena masalah lisensi. Meskipun kita bisa dengan mudah menginstall codec yang diperlukan dari repo packman, tapi bagi mereka yang tidak memiliki koneksi internet,ini adalah masalah yang ruwet. Hal serupa juga terjadi untuk masalah font milik Windows. Meskipun banyak orang yang menilai bahwa font Windows broken, tapi sampai saat ini masih banyak penggunanya. openSUSE 11.4 menyertakan paket fetchmsttfonts yang bisa mendownload font tersebut otomatis dan menginstallnya di sistem, tapi sekali lagi, butuh koneksi internet.

Desktop

Kwin effect

Kwin effect

openSUSE 11.4 menyertakan KDE 4.6.0, Gnome 2.32, XFCE dan LXDE. KDE adalah desktop default.

Ada banyak sekali perbaikan di KDE 4.6 jika dibandingkan dari versi sebelumnya, terutama masalah stability dan responsiveness. Sebagai gambaran, KDE 4.6 dengan kwin compositing aktif, bisa jalan dengan lancar dan stabil menggunakan nouveau, driver FOSS nvidia,  di sistemku. Meskipun harus diakui bahwa nouveau mengalami perbaikan performa yang signifikan di kernel 2.6.37, tapi jika dibandingkan dengan driver propietary, selisih performanya masih sangat jauh. KDE 4.6 dengan kompisiting aktif bisa jalan dengan normal di driver tersebut, menandakan perbaikan performa yang sangat signifikan di KDE.

Faceted browsing di dolphin

Faceted browsing di dolphin

KDE 4.6 juga menyertakan fitur – fitur baru. Misalnya faceted search di dolphin. Juga stack bluetooh baru, bluedevil, yang membuat komunikasi data dengan perangkat bluetooth jadi jauh lebih mudah. Dan yang paling menggembirakan, strigi dan nepomuk akhirnya berhenti makan CPU.

Untuk audio, KDE 4.6 sekarang menggunakan pulseaudio secara default. Ini merupakan fitur yang menggembirakan bagi mereka yang memiliki perangkat audio lebih dari 1. Sebagai ilustrasi fitur pulseaudio, kemarin aku memutar file mp3 menggunakan amarok dan mendengarkannya menggunakan heatset bluetooth, sementara di laptop yang sama seorang temanku nonton anime menggunakan smplayer dan audionya keluar melalui speaker laptop. Dengan kata lain, output audio amarok diarahkan ke headset, sementara output audio smplayer diarahkan ke speaker laptop secara terpisah, inilah salah satu fitur pulseaudio. Multimedia framework di KDE, Phonon, secara default menggunakan gstreamer sebagai backendnya, tapi bakcend untuk xine dan vlc tersedia jika diinginkan. Fitur yang lain adalah oxygen-gtk. Theme untuk aplikasi GTK (dan gnome) sehingga terlihat konsisten dengan aplikasi KDE.

openSUSE 11.4 tidak menyertakan Gnome 3 yang saat ini masih versi beta, namun image iso tersedia bagi anda yang inign mencoba.

Browser

Firefox 4 beta 12 di openSUSE 11.4

Firefox 4 beta 12 di openSUSE 11.4

Firefox 4 beta 12 menjadi browser default di openSUSE 11.4. Versi terbaru FF akan tersedia melalui online update. Chromium juga tersedia sebagai alternatif dari repo contrib. Aku sudah lama beralih ke Chromium sebagai browser utama karena masalah speed dan resource usage. Firefox 3.6 terasa sangat lambat dan makan banya resource jika dibandingkan dengan Chromium. Namun Firefox 4 ini kelihatanya bakal mengembalikan aku menjadi pengguna setianya. Firefox 4 bisa diluncurkan dengan kecepatan yang hampir sama dengan Chromium. Bahkan, kemarin aku melakukan benchmark menggunakan sunspider, Firefox 4 beta 12 ini lebih unggul dibandingkan dengan Chromium. Hanya saja, ketika aku melalukan benchmark menggunakan v8, Chromium masih unggul dari Firefox. Entah mana yang benar. Yang jelas, persepsi pribadiku, Firefox 4 ini tidak lagi terasa inferior dibandingkan Chromium 11.

Libreoffice
Libreoffice 3.3.1 menggantikan open office di openSUSE 11.4. Secara umum Libreoffice tidak banyak berbeda dari ooo, akan tetapi bisa dirasakan perbedaan performa. openSUSE 11.4 menyertakan Libreoffice yang terintegrasi dengan KDE,  dan paket instalasinya dipecah menjadi banyak modul, sehingga memudahakan bagi advaced user dan juga developer.

Bugs
Tidak ada yang sempurna. Bagi anda pengguna card nvidia, bakal mengalami bugs yang berhubungan dengan driver propietary nvidia. Akibatnya, vlc crash dengan floating point exception error. Untungnya mplayer bisa jalan dengan normal, jadi meskipn tanpa vlc masih bisa nonton. Untuk mengatasinya, anda bisa menggunakan driver versi 270.29 atau yang lebih baru, hanya saja driver ini masih versi beta. Nvidia juga sudah mengeluarkan driver versi stabil baru, versi 260.44, hanya saja di repo suse masih belum tersedia.

Tumbleweed
Ini dia fitur yang paling ditunggu oleh para developer dan mereka yang antusias dengan software bleeding edge. Mulai 11.4, openSUSE menyediakan versi rolling release dengan nama Tumbleweed. Singkat kata, dengan Tumbleweed ini anda bisa mendapatkan software terbaru tanpa perlu menunggu rilis suse berikutnya. Dan juga, software terberu di sini adalah yang sudah ditest, sehingga tidak seperti repo factory, dengan Tumbleweed, kita bisa mendapatkan software terbaru tanpa mempertaruhkan kestabilan sistem.

Rolling rilis juga berarti anda tidak perlu menginstall lagi ketika ada rilis baru, karena semua yang ada di rilis baru tersebut juga tersedia di Tumbleweed. Ini sangat membantu, misal bagi developer yang perlu mengeset development environtmenya (hallo mas Saipi), tidak perlu mengeset ulang setiap kali install versi baru.

Ini secara umum gambaran openSUSE 11.4. Tidak ada yang istimewa jika dibandingkan dengan distro lain, misal Ubuntu. Hal ini disebabkan karena openSUSE selalu bekerja dekat dengan upstream, sehingga semua fitur yang tersedia di openSUSE, sudah pasti tersedia di upstream. Bagi anda para pengguna openSUSE versi lama, sangat aku rekomendasikan untuk upgrade ke versi ini. Jika anda berdomisili di Malang, silahkan berkunjung ke kost ku untuk mendapatkan copy DVDnya ^_^.

About these ads

21 thoughts on “Sedikit Tentang openSUSE 11.4

  1. kebetulan aku nubie di linux masbro…
    nah kmarin install opensuse11.4 ni di laptop. bener kata sampeyan… windows ribet instalasinya.

    urusan install sih lancar jaya. lha wong tutorial beredar banyak di inet.
    cuman satu yang menurutku lumayan “mengganggu”…
    ketika kita buka terminal/konsole… akan muncul “namauser@namakomputer:~$”

    nah… gimana caranya ngasih untuk nama komputer yah???
    kok aku bolak-balik install, gak pernah tuh ditanyain nama komputer apa.
    dan pasti tiap install pun, nama komputer yang tertera di terminal/konsole selalu berubah…

    mohon pencerahannya :)

    btw kangen ambe malang… gak berasa dah 7 tahun ninggalin malang :(

    • Terima kasih atas commentnya
      Kalau di linux, nama komputer disebut sebagai hostname. Pada proses instalasi, biasanya tidak ditanya nama hostname karena mungkin akan membingungkan, tapi bisa diganti pada saat konfigurasi network.
      Kalau mau mengganti nama hostname di openSUSE, bisa melalui YAST->Network Devices->Network Settings->Hostname/DNS. Biasanya saat masuk Network Settings akan keluar warning, tapi aman jika diabaikan. Di tab Hostname/DNS, bisa diganti nama hostname.
      Soal Malang, sekarang dah sering macet, tapi tetap menyenangkan ^_^

      • oke… suwun atas informasinya.
        nah… yang penggantian di YaST sudah pernah dilakukan. tapi kok ya tetep kalau buka terminal/konsole masih tertera nama sebelumnya ya?
        apa setelah ganti di YaST, kita kudu restart OS-nya ta bagaimana masbro…?

        sebenarnya tidak terlalu mengganggu kalau dilihat secara keseluruhan. tapi menurutku… itu kan hak kita sebagai yang punya komputer begitu :) :)

        wah… dari dulu malang sudah macet mas. terutama di pasar dinoyo :) :) ma arjosari. tapi begitu dibangun flyover (katanya) macet di arjosari dah lewat.

      • Jika dirubah melalui YAST, tidak perlu restart sistem. Barangkali cukup restart konsole saja.
        Jika sudah pakai YAST tapi masih belum beres, bisa dicoba dengan merubah isi file /etc/HOSTNAME. File ini berisi informasi nama host dan nama site dengan format hostname.sitename
        Kalau mau, coba saja ubah hostname di file tsb sesuai dengan nama yang diinginkan.

    • Sampai saat ini saya belum pernah mencoba menggunakan modem CDMA, tapi kalau modem GSM, lancar saja, langsung autodetect.
      Secara umum, modem – modem produksi Huawei dan Sierra memberikan support driver di Linux, jadi asalkan modem CDMA nya Huawei atau Sierra, insya Allah langsung autodetect. Untuk modem – modem merk lain, aku masih kurang tahu.

  2. Saya sudah coba Opensuse 11.4 KDE
    Semuanya lancar, kecuali waktu saya update pake perintah #zypper update
    efek blur tiba2 tidak bisa diaktifkan, walau efek blur sudah saya aktifkan, padahal sebelum diupdate semuanya baik-baik saja.

    Kemudian yang sangat mengganggu, pada saat saya menambahkan operator GSM pada Knetwork manager, KWIN selalu crash, apakah masbro pernah mengalami ini? Sedangkan list operatornya kosong jadi mesti dibuat manual,

    mohon pencerahannya masbro, thanks

  3. bang Munir, klo di win 7 untuk koneksi internet wifi & LAN bs aktif bersamaan. di versi OpenSuse terbaru ini apakah masih sama dgn sebelumnya yg cm bs aktif salah satu? atw ada cara lain. Trus tentang samba, beberapa aku coba mau ngeprint lewat shared printer tapi gagal terus bahkan sering g bs connect. Mhn pencerahannya. Klo dua masalah diatas bs diatasi akan lebih nyaman bekerja di OpenSuse..

    • Seingatku sejak openSUSE 11.4 sudah bisa koneksi LAN dan Wireless bersamaan, tapi tidak pakai knetworkmanager, melainkan menggunakan networkmanagement-applet. Kalau di 12.1 blum aku coba, tapi insya Allah bisa.

      Untuk printing, di 11.4 aku tidak ada masalah, bahkan printing via wifi. Tapi aku belum coba printing via shared printer. Untuk 12.1, aku mengalami masalah, sistem tidak mau mendeteksi driver printer, padahal drivernya dah aku install. Setelah utak – atik, akhirnya berhasil dan bisa printing dengan normal. Aku belum coba printing via shared printer, kalau sempat akan aku coba, nanti aku kabari.

      • gmn cara setting dari knetworkmanager ke networkmanagement-applet? aku cari pakai zypper (zypper se networkmanagement-applet maupun zypper se applet) g nemu package networkmanagement-applet..gmn?
        trus klo mw update dari 11.3 ke 11.4 perlu install ulang atau bs update langsung..??
        jazzakallah khoyr..

  4. @Anonymous or Dhandis : untuk menggandi dari knetworkmanager ke networkmanagement-applet, install paket yang namanya plasmoid-networkmanagement. Untuk instalasi paket ini, biasanya otomatis uninstall knetworkmanager.
    Untuk update dari 11.3 ke 11.4, aku sarankan mending langsung ke 12.1 atau ke Tumbleweed saja, versi terbaru.
    Kalau mau yang aman, mending clean install openSUSE 12.1. Tapi kalau mau upgrade, bisa saja dengan mendaftarkan repo2 untuk versi terbaru, kemudian switch paket ke repo tersebut dengan zypper dup

  5. bro mau tanya neh kemaren aku dah dapet file iso nya opensuse 11.4 dan setelah itu aku burn di dvd. tapi masalah nya dvd hasil burn nya tadi aku instal koq ga bisa booting. apa file iso nya ada yg corrupt ya. mohon pencerahannya cz masih newbie nih.

    • Aku juga sempat mengalami masalah yang sama. Setelah aku cek, kemungkinan maslahnya terletak pada DVD drive yang kemampuan membacanya mulai menurun. Aku coba DVD driveku untuk membaca DVD dengan kualitas yangbagus, bisa, tetapi ketika aku coba untuk membaca DVD dengan kualitas yang kurang bagus, gagal. Karena DVD openSUSE aku burn ke media dengan kualitas biasa, DVD driveku tidak mampu membacanya sehingga tidak bisa booting melalui DVD.

  6. , mas bsa minta tolong ga ni,,,,,
    , kami kan mau ujikom ni,,,,
    , sdengkan kami blum bisa papa,,,,,
    , lw bleh si mau minta tolong di kasih tutor opensuse untuk bisa shering m client windows 7 dri stelah slesai instal ampe bisa sher,,,,,
    , sbelum’a makasih ya mas bro,,,,,,,,

  7. gan gmna cara bgi partisi nya, kemarin aku instaldi laptop ku, aku sisahkan 30 Gb utuk suse, tpi setelah selesai di instal partisi yg berisi windows seven nya tlah digabung, dan gak bisa lagi booting ke windows seven, mohon pencerahan nya gan, gmna cara instalasi biar bisa dual booting,

    • Jika di komputer sebelumnya sudah terinstall Windows, direkomendasikan proses pengaturan partisi dibuat melalui Windows, misal menggunakan Easeus Partition Manager (http://www.filehippo.com/download_easeus_partition_master_home/) atau tools partisi lainnya.

      Pada saat instalasi, seingatku secara default openSUSE akan otomatis mengurangi ukuran partisi Windows untuk digunakan sebagai lokasi instalasi openSUSE. Untuk menginstall di di lokasi tertentu, sebaiknya pilih option advanced pada saat proses pemilihan partisi, dan kemudian pilih lokasi root dari tool partisinya. Kalau openSUSE 12.3 dah keluar, aku ada rencana membuat review lengkap dengan proses instalasi dan partisi.

      Oh iya, coba juga cek artikel http://www.scribd.com/doc/83492098/Tutorial-Instalasi-Linux untuk memahami layout partisi di hardisk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s